Sampai dikampus, ternyata belum ada siapa-siapa. Yang ada hanya Ipul yang terlihat sedang buru-buru menaiki motornya. "Lho, arek-arek endi, Pul?" tanya Yulia. "Emboh, durung teko. Aku dewean neng kene," jawab Ipul. "Lha trus kamu mau kemana?" tanya Yulia lagi. "Nyusul Gilon," jawab Ipul sembari menyalakan motornya dan pergi meninggalkan kami berdua sendiri di taman dekkim yang sepi. "Yan, jangan-jangan anak-anak nunggu aku di GW. Soalnya kemarin aku bilang mau ksana buat ngimbal," ujar Yulia. "Iya tah? Ya udah, kamu ke GW aja sekarang, sambil liat keadaan di sana," timpalku. "Ya udah, aku ke sana dulu ya, Yan," pamitnya disertai anggukanku. Akhirnya, tinggallah aku sendiri di taman ini. 3 menit... 5 menit... akhirnya Ipul datang dengan membonceng Gilon. Tak seberapa lama setelah kami saling bertegur sapa dan bertanya kabar, terlihat dari kejauhan Faisal datang, kemudian memarkir motornya di sebelah motor Ipul. "Lho, endi arek-arek? Jare budhal jam setengah 7. Iki wis jam piro? kok jek sepi ngene? Tiwas aku ngebut-ngebut mau, wedi di tinggal," ujar Faisal. "Halah, biasalah Sal, koen koyok ga ngerti arek-arek ae," timpal Ipul. Akhirnya kami berempat kembali tenggelam dalam sebuah perbincangan sembari menunggu teman-teman yang lain datang.
Satu per satu, teman-teman mulai berdatangan. Pukul 07.30 WIB, Faisal dan Ipul berangkat ke rumah Didi untuk mengambil mobil yang kami sewa untuk berangkat ke Kediri. Sekitar pukul 08.00 WIB, Adi, Magha dan Dahlia datang dengan mengendarai mobil Carry milik Dahlia. Sedangkan mobil yang diambil Faisal datang beberapa menit setelah itu. "Wis yo? Wis kompli
t kan? Ayo budhal," ujar teman-teman putra. "Lho, endi Magha karo Adi? Kok ngilang?" beberapa anak bertanya. "Kayaknya lagi sarapan, soalnya tadi keliatan bawa bungkusan nasi," jawab yang lain. Magha di sms, tapi g ada balasan, di misscall juga dimatikan. Akhirnya kami menunggu lagi... Yaaaa.... Saaaaabbbbbaaaarrrr buuuu.... hhhh... cape' dech...Tak seberapa lama, akhirnya Magha dan Adi datang, "sorry rek, sopir'e mangan dhisik."
Setelah mengatur posisi tempat duduk, biar muat, kami melaju meninggalkan kampus dekkim... tepat pukul 08.30 WIB. tapi kami tak langsung berangkat ke Kediri, kami harus menjemput Lia di Sidoarjo. Kami pun melanjutkan perjalanan, tak terasa membosankan karena kami selalu bercanda, dan ada saja topik-topik yang menjadi bahan perbincangan kami, kuliah, politik, kesehatan... wah macem-macem lah. Mendadak kami agak bete' juga karena ternyata kami nyasar.... hahaha... nyasarnya lumayan jauh juga, sedangkan yang tau jalan, si Ren
dra, udah melaju duluan meninggalkan 2 mobil yang merana ini, hehehe... Kami akhirnya harus bolak-balik berhenti nanya sama orang-orang yang ada di sana karena takut kesasar lagi. Nyampe di Kediri pukul 12.30. Itupun kami harus kesasar lagi, weleh... Karena tempat tujuan kami ternyata tak seperti yang sudah kami bayangkan sebelumnya. Tak ada terop, tak ada soundsystem, tak ada baju pengantin, wis pokok'e sederhana buanget. Kami mengira acara telah selesai, tapi setelah kami mengamati dan melihat pengantinnya tidak berdandan, kami mulai menyimpulkan bahwa memang sedari tadi tidak ada acara seperti layaknya acara walimahan yang sering kami datangi. Acaranya sekedar salaman dengan mempelai, duduk, ngobrol, beramah-t
amah... ya sekedar itu, layaknya kami bertamu dan kami dijamu oleh pemilik rumah. Setelah kami, teman-teman putri, berfoto bersama pengantin, kami disuguhi makan siang dan dessert-nya, pisang jumbo dan semangka, wow... khas desa bangetz.Setelah puas berada di sana dan berfoto-foto ria dengan mempelai berdua, kami berpamitan pulang, itu sekitar setengah tiga sore. Tapi kami tidak langsung pulang, kami mampir dulu di rumah Silvi yang terletak di daerah perbatasan. Disana kami disuguhi lagi dengan banyak makanan, bisa dibayangkan sendiri, saat kami baru tiba, kami disuguhi beraneka macam snack yang bertoples-toples, setelah itu kami disuguhi jus jambu biji. Tak seberapa lama, keluarlah makanan yang lebih berat dari dalam dapur.... bakso beserta lontongnya dan es campur. wow... bisa dibayangkan ba
gaimana kenyangnya jika harus mengambil semuanya 1 porsi penuh... Yah, demi menghargai niat baik si pemilik rumah, akhirnya aku harus juga mencicipi bakso yang sebenarnya aku tak begitu suka. Es campur pun aku makan semangkuk berdua dengan Yulia yang juga terlihat kekenyangan. Subhanallah, liatlah teman-teman putra masih mau nambah... dan nambah... sampai-sampai bakso satu mangkuk besar yang disuguhkan itu habis tak bersisa... bener-bener ngajeni ya... hehehe...Kami akhirnya berpamitan pulang setelah sebelumnya kami menunaikan sholat Ashar dan berfoto bersama di teras depan rumah Silvi. Rombongan yang ikut mobil Rendra melajukan mobilnya duluan, karena harus mengantar Rahma dahulu. Sedangkan 2 mobil yang lain masih tertinggal karena kami mampir dulu beli tahu di pertokoan pusat oleh-oleh, TAHU KEDIRI. Kira-kira setengah lima sore kami memulai lagi perjalanan panjang menuju Surabaya... semakin sore, jalanan semakin ramai, maklum malam minggu. Jalanan yang ramai itu membuat kami semakin kemalaman, sampai di kampus pukul 19.30 WIB. Kami kelelahan, sehingga kami buru-buru pulang. Biasa, sebelum pulang, kami harus imbal-imbal lagi seperti tadi pagi. Akhirnya aku sampai kos Yulia pukul 20.00 WIB untuk mengambil motor yang tadi kutitipkan, dan bergegas pulang. Sampai dirumah pukul 20.30 WIB. Aku bersegera mandi dengan air hangat... hhhhuuuffff... segar sekali, pegal-pegal yang aku rasakan karena seharian duduk di mobil, terasa sedikit hilang. Setelah makan malam dan mentransfer hasil foto kami, aku segera terlelap... Hmmm... capek sih, tapi banyak pengalaman baru yang aku dapatkan, dan pengalaman ini tak akan terlupakan.... Saat-saat berkumpul kembali bersama teman-teman... kapankah ada lagi???

Tidak ada komentar:
Posting Komentar